Mesir (II)

Pada hari kedua, saya seharusnya menuju kota Alexandria, kota pantai di Mesir. Perjalanan yang cukup jauh dari Kairo. Bahkan rombongan kami untuk menuju kesana didampingi oleh mobil patroli polisi pariwisata, untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan. Tetapi karena pada saat itu saya tidak enak badan, maka saya putuskan untuk tetap berada di hotel. Dan menjelang siang setelah badan saya mulai sehat, saya memutuskan untuk berjalan, berkeliling di sekitar hotel. Setelah bertanya kepada petugas hotel, ternyata ada beberapa tempat perbelanjaan disekitar hotel. Akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki menuju satu tempat perbelanjaan seperti yang disebutkan oleh petugas hotel. Saya memutuskan untuk berjalan kaki karena lokasi yang tidak terlalu jauh dari hotel, dan juga terdapat banyak polisi pariwisata yang berjaga mulai dari keluar hotel hingga di dalam pusat perbelanjaan. Polisi pariwisata tersebut bertugas untuk menjaga para wisatawan yang datang ke Mesir dari segala tindak kejahatan. Sesampainya disana saya memasuki gedung yang menyerupai mall. Ada yang unik pada mall ini yaitu tingkatan kenaikan lantainya adalah hanya setengah lantai, jadi jarak antara lantai dengan atap sangat pendek, dan kalau dihitung jumlah lantainya jadi banyak, yaitu 7 lantai, padahal gedungnya hanya setara dengan gedung berlantai 3. Di dalam mall terdapat banyak toko-toko souvenir, dan gerai makanan. Saya memasuki setiap toko souvenir yang ada disana, dan setelah puas mengitari toko souvenir akhrnya saya memutuskan untuk membeli makanan. Makanan yang saya putuskan untuk saya beli jatuh pada KFC, dengan pertimbangan rasa KFC dimanapun akan sama. Setelah mendapatkan menu yang kami pesan, saya menemukan keunikan lagi disini yaitu porsi makanan dan minumannya yang jumbo, padahal kami pesan yang porsi reguler. Sebagai ilustrasi saja, untuk ukuran minuman Pepsi-nya, berukuran 2kali lebih besar dari ukuran pepsi reguler di KFC Indonesia. Yang ada dipikiran pada saat itu adalah bagaimana menghabiskan makanan dan minuman ini. Dan benar saja akhirnya saya tidak bisa menghabiskan makanan yang saya pesan, dan saya mulai berpikir mungkin saya seharusnya pesan untuk porsi anak-anak saja agar pas dengan ukuran perut saya. Akhirnya setelah puas berjalan-jalan di mall tersebut, saya kembali ke hotel dan menikmati kamar hotel yang nyaman.

Memasuki Benteng Salahuddin

Pada hari ketiga, rombongan kami menuju ke Benteng Salahudin. Benteng ini dibangun oleh Salahudin pada abad ke XII untuk melindungi Mesir dari Perang Salib. Benteng ini berdiri diatas bukit, sehingga jika kita memasuki pelataran benteng ini kita dapat melihat seluruh kota Kairo dari atas. Di dalam benteng ini sendiri berdiri sebuah masjid yang sangat indah yang bernama Mesjid Al-Marmari. Di dalam masjid ini dipenuhi oleh marmer dan granit dan terdapat mimbar khotbah yang berlapis emas, sehingga terlihat megah sekali. Pada saat ini masjid disebut sebagai Masjid Muhammad Ali. Salahudin Al Ayubi atau di sebut “Saladin” di dunia barat, merupakan panglima perang Muslim yang hebat dan dikagumi dalam kepiawaian berperang serta kebaikannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya. Keberanian dan kepahlawanan Salahudin tercatat sejarah di kancah perang salib. Great Warior!

Di dalam masjid

Ini adalah gambar di dalam Masjid Al Marmari.

View kota Kairo dari Benteng

Sedangkan Ini adalah foto kota Kairo yang saya ambil dari pelataran Benteng Salahudin. Bagaimana sesuai dengan yang saya ceritakan tadi diatas? Kota tanpa cat.hehe.

Setelah puas berjalan mengitari benteng Salahudin, saya melanjutkan perjalanan lagi menuju masjid Al Azhar. Setelah sampai disana kami berkeliling dan kemudian kami melanjutkan lagi untuk berbelanja ke pasar Khan Kalili. Di pasar ini banyak sekali suvenir khas Mesir, dan terlebih lagi yang membuat menarik adalah harganya yang sangat murah. Kita harus pintar menawar jika berada di pasar ini. Di pasar ini saya mendapatkan pengalaman unik, yaitu saya bertemu dengan lelaki mesir dan tiba-tiba lelaki tersebut bilang ingin melamar saya. Bagaimana tidak ketawa saya mendengarnya. Tapi ternyata orang tersebut serius dan setelah bilang ke saya dan saya tolak, laki-laki itu langsung bilang ke bapak saya tentang keinginan dia melamar saya. Tambah kaget aja saya dengan kelakuan orang itu, dan orang itu terlihat memaksa. Akhirnya kami kabur dan saat kami mulai pergi dia sampai berteriak dan bilang kalau dia bisa menghadiahi saya 1000 unta sebagai mahar. Haha pengalaman yang unik. Setelah kejadian itu, kami langsung menyudahi kegiatan belanja kita dan saya masih terheran-heran dengan kejadian tadi. Setelah dari pasar Khan Khalili kami menuju perjalanan selanjutnya yaitu ke toko Papyrus. Jadi di toko ini kami melihat hasil lukisan dan kaligrafi yang ditulis diatas daun papyrus. Kami diperlihatkan bagaimana cara membuat lukisan dan kaligrafi tersebut. Untuk yang satu ini apabila ingin membeli, perlu merogoh kocek lebih dalam, karena memang harganya premium. Pada saat saya melihat-lihat lukisan, kembali pengalaman saya dilamar lelaki Mesir terulang. Wah karena pengalaman kedua, saya jadi lebih siap menjawabnya dan menolaknya. Dari kejadian tersebut, saya jadi lebih berhati-hati jika diajak orang berbicara di Mesir terutama oleh laki-laki. Hal-hal tersebut bisa terjadi karena ternyata budaya di Mesir masih sama dengan budaya di Arab, yaitu apabila mereka menyukai dengan seorang perempuan maka pada saat itu dia langsung melamarnya untuk dijadikan istri. Pengalaman berharga. Setelah dari toko papyrus, perjalanan kami di Mesir berakhir, karena keesokan harinya kami akan pulang ke Indonesia, dengan Egypt Air, melalui Thailand. Nice trip to Egypt!!

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    ayu berkata,

    suka bngeeeed m peradaban d mesir…..
    pa lgy….sejarah alexandria nya…huhu…
    jd pngen k sana……..


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.